Rabu, 01 Januari 2014

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2_Cerpen



Aku sayang Ibu

Bingung, kesal, marah, kecewa, sedih. Itulah yang kurasakan saat ini. Belakangan ini hubungan ku dan Ibuku semakin buruk. Kami semakin sering bertengkar. Entah apa penyebab pastinya, mungkin keegoisan masing-masing yang membuat semua keadaan ini semakin tak terkontrol. Ibuku yang selalu berpikir kalau aku yang selalu membantah dan tak penurut, dan aku yang selalu berpikir kalau Ibu tak pernah mengerti aku. Ada saja hal yang membuat kami bertengkar dan merasa bahwa diri sendirilah yang paling benar.

Aku selalu berpikir bahwa Ibu tak pernah adil, dia selalu menyudutkan ku dan selalu membela kakak dan adik ku. Kesal, sangat kesal. Rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya dan berbicara padanya bahwa ini semua tak adil. Tapi apa daya ku, karna aku tahu jika aku mengatakan seperti itu keadaannya justru akan semakin buruk dan Ibu akan semakin marah padaku.

Hari senin itu, selekas aku pulang kuliah tanpa basa-basi Ibu langsung menyuruh ku untuk membantunya membersihkan rumah.
“ Kamu sudah pulang ya.. ayo cepat bantu ibu membersihkan rumah.”
“Aku cape bu! Aku baru aja sampe rumah. Belom juga istirahat tapi Ibu langsung nyuruh aku ini-itu!” seru ku dengan emosi yang tak terkontrol, aku pun marah-marah dan membentak ibu.
“Kamu pikir kamu aja yang cape?! Ibu juga!” Ibuku pun membentak.

Dan seperti biasa, emosi dibalas dengan emosi, tanpa kusadari air mata ini menetes, lagi dan lagi kekesalan ini hanya bisa kupendam. Sering ku berpikir entah mengapa Ibu tak pernah sedikit saja mengerti kondisi ku.

Dengan rasa kekesalan dan air mata aku pun tetap membantu Ibu membersihkan rumah, dan aku melakukannya tanpa komunikasi sedikit pun dengan Ibu. Selesai aku mengerjakannya aku bergegas mandi dan langsung mengurung diri dikamar. Tanpa kusadari waktu sudah menunjukkan pukul 17:30, Ayahku pulang. Selekas dia mandi dia pun langsung menonton tv ditemani Ibu. Ibu pun menceritakan kejadian tadi siang selekas aku pulang kuliah dan dengan cerita yang dilebih-lebihkan. Aku mendengarnya dari dalam kamar tapi aku hanya bisa diam dan sambil menahan emosi.

Setelah sekian lama mereka berbincang, Ayah memanggil ku untuk makan malam bersama.
“Nak.. ayo cepat keluar, kita makan malam” kata Ayah.
“Iya Yah.. tunggu sebentar” Aku pun keluar dari kamar dengan wajah yang kusam.

Saat itu Ibu tidak ikut makan malam, dia langsung masuk ke kamar untuk menonton tv. Di meja makan sebelum kami mulai makan Ayah menanyakan apa yang terjadi padaku,
“Kamu kenapa? Ada masalah lagi dengan Ibu?” tanya Ayah sembari tersenyum.
“Hmm.. iya Yah” dan dengan menahan air mata aku pun menceritakannya.  
“Kamu tahu sifat Ibu mu seperti itu, seharusnya kamu bisa mengalah. Doa kan saja Ibumu bisa berubah lebih baik. Kalau dia yang tidak bisa berubah, kamu yang harus berubah. Berubah lebih sabar lagi” Ayah pun menasehati ku dengan nada yang begitu lembut sehingga membuat ku tak dapat lagi menahan air mata.

Setelah itu kami langsung melanjutkan makan malam dan setelah selesai aku pun langsung masuk ke dalam kamar. Aku merenung, bagiku itu adalah salah satu alasan mengapa aku lebih menyayangi Ayah dibanding Ibu. Dia lebih sabar dan jarang sekali membentak. Dan prinsip dari Ayah yang paling aku suka adalah “mendidik anak tidak perlu dengan kekerasan, tapi dengan kasih sayang”. Itulah yang membuat rasa sayang ini semakin dalam padanya.

Namun pernah terlintas dalam pikirku, jika aku lebih menyayangi Ayah dibanding Ibu, tidakkah aku sama dengan Ibuku? Mempunyai sifat yang pilih kasih? Namun aku langsung mengabaikan pemikiran itu dan memang tak ku pungkiri aku lebih menyayangi Ayah.

Malam pun berlalu, hari berlanjut seperti biasa. Dan seperti biasa pula setiap harinya pasti selalu ada pertengkaran antara aku dan Ibu, entah itu pertengkaran besar atau kecil dengan berbagai alasan. Sampai suatu hari, keadaannya semakin kacau, semakin parah, semakin tak terkendali.

Aku semakin tak dapat menahan kekesalan dalam diriku, sampai kami pun bertengkar.
“Itu ada pisau Bu, bunuh saja aku!”
  Ibu pun kaget dan terdiam mendengar perkataan ku.
“Atau perlu aku pergi dari rumah ini aja sekarang?!” aku pun melanjutkan.
“Kamu ga usah macam-macam ya! Masuk kamar sekarang!” bentak Ibu.

Aku pun lari ke dalam kamar dan hanya mengurung diri dengan tak hentinya aku menangis.

Tak lama kemudian Ayah pulang dan mengetahui kejadian tersebut, mungkin Ayahku pun sudah pusing melihat peristiwa ini yang selalu saja terus terjadi. Maka selepas dia mandi dia memanggil aku dan Ibu. Dan malam itu terjadilah semacam persidangan, sidang antara aku dan Ibu, dimana tersangkanya adalah aku dan Ibu, dan Ayah yang menjadi hakim nya.

Aku terus menangis dan menangis, sedangkan Ibu hanya bisa diam tertunduk. Dan Ayah pun memulai persidangan itu dengan menanyakan terlebih dahulu kepada Ibuku tentang apa yang terjadi.
“Ada apa lagi sih Bu? Setiap hari pasti ribut terus.” Tanya Ayah
“Dia tuh susah diatur Yah, memberontak terus. Setiap disuruh pasti ngomel, dia pikir hanya dia yang cape, saya juga cape!”
“Tapi segala sesuatu ga pake marah-marah bisa kan Bu? Anak juga ga suka kalau dibentak terus. Bilangin baik-baik dia juga pasti ngerti kok, Ayah yakin!”

Lalu lanjut Ayahku meminta aku untuk mengeluarkan semua apa yang ada didalam hatiku, aku pun mencurahkannya,
“Aku kesal Yah, Ibu itu pilih kasih! Ibu tuh ga pernah ngerti! Seenggaknya kalo aku baru sampe rumah setelah pulang kuliah dikasih waktu dulu buat istirahat, baru disuruh-suruh” “Kamu juga harusnya lebih ngerti dong, Ibu juga kan cape karna udah kerja. Jangan hanya mau dimengerti, tapi harus mengerti kondisi orang lain juga. Intinya kalian itu harus saling mengalah, saling membantu dan jangan egois. Ayah harap kamu dan ibu tidak bertengkar lagi!” kata Ayahku menutup pembicaraan.

Setelah kejadian itu berlalu, esok paginya aku dan Ibu hanya bisa saling diam. Tak menyapa, tak ada komunikasi. Kami menjalaninya masing-masing, acuh tak acuh. Waktu berlalu dan saat siang hari, entah mengapa tiba-tiba seluruh badanku terasa sakit, seperti remuk. Kepala ku pun sangat sakit. Aku mencoba untuk tak memberitahu kepada Ibu dan aku berusaha untuk mengurus semuanya sendiri. Aku pun beristirahat, tapi diluar dugaan ku setelah aku beristirahat badan ku tetap sakit, justru lebih sakit dari sebelumnya. Aku pun hanya bisa menahan sakit dan menangis di dalam kamar. Tiba-tiba Ibu masuk ke dalam kamar dan melihat keadaanku, ibuku pun langsung panik dan segera membuatkan ku teh hangat dan memberi aku obat, setelah itu dia memijat badanku.

Aku pun terlelap, waktu sudah malam dan aku bangun, aku bangun hanya untuk makan malam dan mimum obat lalu aku melanjutkan tidur kembali.

Esok paginya saat aku masih terlelap Ibu pun membangunkan ku sambil mengelus kepalaku dan menanyakan
“Kamu masih sakit nak? Kamu bangun yah, sarapan dulu, minum obat lalu istirahat lagi.”

Dan saat itu aku hanya bisa menangis. Menangis karena mengingat semua perlakuan ku selama ini terhadapnya, perlakuan yang tidak baik, yang tidak pantas dilakukan terhadap seorang Ibu. Tak pernah terlintas dalam pikirku jika Ibu begitu perhatian kepada ku, menurut ku selama ini aku sudah salah menilai Ibuku sendiri. Hanya melihat dia dari segi kekurangannya saja. Pikirku saat itu, tak ada aku memikirkan kondisi ku, yang aku pikirkan hanyalah betapa bersalahnya aku selama ini terhadap Ibu.

Selama aku sakit dia merawat ku, sambil merawat ku dia tetap berangkat untuk bekerja, setelah pulang bekerja dia melihat kondisi ku terlebih dahulu, memberi ku makan dan obat, dan langsung mengerjakan pekerjaan rumah. Semua dilakukannya sendiri, karena Ayah dan kakak ku selalu berangkat pagi dan pulang sore atau bahkan malam untuk bekerja dan adik ku pun berangkat pagi dan pulang sore untuk sekolah. Aku pun hanya bisa berbaring sambil menangis, tak tega rasanya melihat dia mengerjakan semuanya sendirian, tanpa istirahat, dan tanpa mempedulikan kesehatannya sendiri. Tapi semua tetap dikerjakannya tanpa mengeluh sedikit pun.

Sampai beberapa hari kemudian, keadaan ku pun membaik, aku sudah dapat beraktivitas seperti biasa, dan sesuai dengan janjiku saat aku sakit, aku tak kan mengecewakan Ibuku lagi, semampu ku aku akan lakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan untuknya. Mulai saat itu aku mulai berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menyakiti hatinya lagi, untuk membantu dia melakukan pekerjaan rumah dan berusaha untuk selalu siap jika dia membutuhkan pertolonganku.

Keadaan pun berangsur membaik, kami melakukan aktivitas kami masing-masing seperti biasa. Seiring berjalannya waktu, Ibuku pun semakin disibukkan dengan pekerjaannya, dan sebelum dia berangkat untuk bekerja dia selalu menyempatkan diri untuk melakukan beberapa pekerjaan rumah, mungkin karena keadaan itulah yang membuat Ibuku menjadi jatuh sakit.

Kondisinya pun sangat lemah, dan karena sakitnya itu dia tidak bekerja beberapa hari, dirumah pun dia tak dapat mengerjakan apa-apa. Aku hanya bisa menangis, tak tega melihat ibu yang kusayangi hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.

Dan saat itulah aku yang menggantikan posisinya sementara, jika aku kuliah siang, paginya aku sudah membereskan rumah terlebih dahulu, dan menyiapkan makanan untuk ibu dan merawatnya. Merawatnya menjadi salah satu cara ku untuk membalas semua kebaikan dia untukku.  Dan aku tak pernah mengeluh sedikit pun walaupun aku harus terus bekerja untuk membantu dan kuliah.

Kondisi kesehatan Ibu semakin membaik, betapa senangnya hatiku melihat Ibu sudah sehat seperti biasa, sudah dapat beraktivitas dan mulai bekerja lagi.

Bukan hanya kondisi kesehatan Ibu yang membaik, keadaan hubungan kami pun semakin membaik, kami sering bercanda bersama, menghabiskan waktu bersama, saling bercerita dan belanja bersama. Dan dalam hal pembagian pekerjaan dirumah, kami pun semakin membantu satu sama lain. Saling berusaha untuk mengerti kondisi yang lain dan berusaha untuk tidak memaksa. Ayah pun selalu tersenyum melihat hubungan kami yang membaik, dan aku berharap hubungan ini akan terus membaik.

Dan dulu, aku berpikir bahwa aku lebih menyayangi Ayah dibanding Ibu, tapi sekarang tak ada yang lebih ataupun kurang, semuanya sama. Besarnya rasa sayang ku terhadap Ayah dan Ibu sama, dan aku pun yakin kasih Orang tua terhadap semua anaknya sama, tak ada pilih kasih.

Aku pun meminta maaf kepada Ibu atas semua perlakuan buruk ku dulu kepada dia, “Maafkan aku Ibu, maafkan aku karna selama ini aku selalu menyakiti mu atas perilaku ku.” “Ibu juga minta maaf ya nak, maaf atas semua kesalahan ibu”
“Iya Bu, Terimakasih ya Bu buat semua kasih sayangmu, aku sayang Ibu sekarang dan selamanya” Kataku sambil tersenyum.
 “Ibu juga nak, Ibu akan terus dan selalu menyayangimu..” Jawab Ibu sambil memeluk ku.

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2_Jenis Karangan



1.                  Karangan Narasi
Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya   disusun  menurut  urutan  waktu. Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, otobiografi.

Karangan narasi secara umum dibagi menjadi dua macam, yaitu :
1.    Narasi nonfiksi adalah narasi atau cerita yang benar-benar terjadi, misalnya cerita kepahlawanan atau perjuangan, seperti cerita Pangeran Diponegoro, biografi atau autobiografi seseorang, dan riwayat perjalanan.
2.    Narasi sugestif adalah narasi atau cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pembaca terkesan atau tertarik dan seakan-akan terhanyut, bahkan merasa mengalami cerita tersebut.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi :
a.  Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai       
    akhir
c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian 
d. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci 
e. Unsur pikiran lebih tajam dibandingkan unsur perasaan

2.                  Karangan Deskripsi
Karangan Deskripsi ialah karangan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat, mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.

Tujuan karangan deskripsi :
a.         Melukiskan hakikat objek yang sebenarnya untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca
b.        Menyampaikan sesuatu dengan memberikan detail atau perincian tentang objek
c.         Mempengaruhi imajinasi dan sensitivitas pembaca untuk ikut merasakan, mendengar, melihat apa yang dialami pengarang atau penulis 

Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi :
  a.  Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
  b.  Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-     
       olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang        
       dideskripsikan
c.    Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa    
       tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
d.   Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis
      (subjektif), atau sikap penulis

3.                Karangan Eksposisi
        Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi :
  a.  Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
  b.  Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
  c.  Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
  d.  Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
  e.  Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

4.            Karangan Persuasi
      Karangan Persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau  ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Persuasi :
a.    Penulis memahami bahwa pendirian dan pemahaman pembaca dapat diubah 
b.    Berusaha menjelaskan dan menarik kepercayaan pembaca 
c.  Berusaha menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca 
d.  Berusaha menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai 
e.    Menunjukkan fakta-fakta dan data untuk menguatkan argumentasi atau dalil

5.        Karangan Argumentasi
      Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi :
a.    Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga
       kebenaran itu diakui oleh pembaca
b.   Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar 
c.   Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan 
       pembaca
d.   Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan
      menjauhkan subjektivitas
e.   Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan                
      bermacam-macam pola pembuktian



Rabu, 13 November 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (Istilah-istilah Akuntansi-Ekonomi)

Nama : Rode Nova Dewanty
NPM : 26211428
Kelas : 3EB18




A
1.      Account liabilities
à biaya-biaya yang harus dibayar dikarenakan prestasinya sudah diterima.
2.      Akuntansi
à proses pencacatan, pengklasifikasian dan menyimpulkan data yang berhubungan dengan transaksi perusahaan dan kejadian lainnya.
3.      Akuntansi biaya 
à bidang yang menekankan akuntansi untuk menghitung biaya terutama biaya-biaya produksi dan proses pembuatannya dari pada akuntansi untuk perusahaan.
4.      Akuntansi kemasyarakatan
à pengukuran biaya hidup dari keuntungan yang dapat dipertimbangkan dari saat sekarang
5.      Akuntansi manajemen
à petugas yan  menganalisis mengenai sejarah dan menaksir data yang berkaitan dengan management secara kontinue, bekerja nerencakan operasi perusahaan untuk waktu mendatang.
6.      Akuntansi pemerintahan
à memberikan informasi akuntansi yang berguna dipandang dari aspek perusahaan dari public administration
7.      Akuntansi perpajakan
à bertalian denan masalah mempersiapkan pengembalian pajak dan pertimbangan pertanggung jawab pajak serta mengumpulkan transaksi perusahaan atau mencari alternatif pelaksanaan yang terbaik.
8.      Aliran pendapatan dan pengeluaran
à campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan 3 jenis aliran baru dalam sirkulasi pendapatan.
9.      Angkatan kerja
à jumlah tenaga kerj yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu.
10.  Apresiasi
à naiknya mata uang dalam negeri terhadap valuta asing di pasar valuta asing

B
1.      Bahan baku
à barang-barang yang akan menjadi bagian dari produk jadi yang dengan mudah dapat diikuti biayanya.
2.      Bank
à badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.
3.      Bank sentral
à suatu lembaga keuangan yang pada umumnya dimiliki pemerintah yang diserahi tanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi kestabilan kegiatan lembaga-lembaga keuangan.
4.      Bank tabungan
à bank ini melakukan kegiatan hampir seperti perusahaan peminjaman. Ia menerima simpanan dalam bentuk tabungan atau simpanan berjangka panjang dan kemudian meminjamkan atau menginvestasikan uang tersebut.
5.      Bank umum
à bank yang bukan saja dapat menginvestasikan atau meminjamkan berbagai jenis tabungan yang diperolehnya, tetapi juga dapat memberikan pinjaman dan menciptakan sendiri uang giral.
6.      Barang dalam proses
à barang-barang yang sedang dikerjakan tetapi pada tanggal neraca barang-barang tadi belum selesai dikerjakan.
7.      Biaya depresiasi
à alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dibebankan pada suatu periode tertentu.
8.      Budgetary accounting
à suatu bidang ilmu yang menguraikan bagaimana cara membuat rencana kegiatan-kegiatan financial
9.      Bunga
à pendapatan yang dibayarkan kepada mereka yang meminjamkan uang.
10.  Bursa efek
à tempat untuk memperjual-belikan efek-efek atau surat berharga atau tempat bertemunya pihak yang menawarkan dan pihak yang memerlukan dana jangka panjang.

C
1.      Cadangan bank
à bagian atas simpana  masyarakat di bank yang harus di simpan di bank sentral tanpa menerima bunga.
2.      Cadangan rasional
à menyelesaikan kesulitan likuiditas luar negeri atau neraca pembayaran luar negeri.
3.      Cadangan valuta asing
à simpanan mata uang asing yang dimiliki bank sentral yang diperoleh dari kelebihan dalam neraca keseluruhan.
4.      Capital
à nilai lebih dari harta perusahaan yang merupakan hak milik, setelah jumlah hutang-hutang dikurangkan.
5.      Capital output ratio
à rasio stock modal total dibanding GNP tahunan
6.      Capitalism
à sebagai sitem perekonomian dimana sebagian besar barang (tanah dan modal) menjadi milik pribadi.
7.      Consumen price index
à untuk mengukur tingkat inflasi, indeks harga dari barang-barang yang selalu digunakan.
8.      Consumer surplus
à selisih antara jumlah yang persediaannya akan dibayar oleh konsumen untuk sebuah komoditi dengan jumlah yang sebenarnya dibayarkan.
9.      Consumption
à jumlah seluruh pengeluaran perorangan atau negara untuk barang-barang konsumsi selama suatu periode tertentu.
10.  Current liabilities
à hutang jangka pendek yang harus di lunasi dalam waktu satu tahun atau kurang.

D
1.      Dana likuid
à harta keuangan yang bebas resiko dan langsung dapat dikonversi menjadi uang.
2.      Dana uang
à instrument keuangan jangka panjang yang amat likuid yang dimiliki oleh investor dimana suku bunganya tidak diatur.
3.      Deposito berjangka
à dana yang di simpan di bank dan hanya dapat ditarik kembali setelah suatu jangka waktu tertentu.
4.      Depresi
à periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi, tingkat output dan investasi yang rendah, penuruan harga dan kegagalan usaha secara luas.
5.      Depresiasi mata uang
à mata uang sebuah negara dikatakan di depresiasi apabila nilainya nenurun dibandingkan dengan mata uang lainnya.
6.      Devaluasi
à penurunan nilai resmi mata uang suatu negara dibanding mata uang lainnya atau dibanding emas.
7.      Deviden
à pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham.
8.      Deviden saham
à penerimaan deviden dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham tersebut.
9.      Deviden yang berbentuk aktiva
à deviden yang dibagikan kadang-kadang tidak berbentuk uang tunai, tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang-barang hasil produksi perusahaan yang membagi deviden tersebut.
10.  Dishonored notes
à sebuah wesel yang telah jatuh tempo tetapi ditolak pembayarannya oleh si pembuat wesel.

E
1.      Economic development
à usaha untuk mengubah suatu perekonomian yang kurang maju, sangat tradisional dan berpendapatan rendah menjadi suatu perekonomian yang modern, yang mencapai taraf kemakmuran yang tinggi.
2.      Economic growth
à tingkat kenaikan PDB atau PNB riil pada suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
3.      Efisiensi
à penggunaaan sumber daya ekonomi yang menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yang mungkin pada tingkat tertentu.
4.      Efisiensi alokatif
à suatu situasi perekonomian dimana tidak ada lagi usaha perdagangan yang dapat memakmurkan 1 individu tertentu tanpa mengurangi kepuasan individu lain.
5.      Efisiensi investasi marjinal
à suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara tingkat pengembalian modal dan jumlah modal yang akan di investasikan.
6.      Ekonomi subsisten
à dimana kegiatan perdagangan sangat terbatas dan pada umumnya dilakukan secara barter.
7.      Ekspor
à kegiatan menjual atau menyalurkan suatu produk atau barang ke negara lain dengan tujuan untuk menambah devisa negara.
8.      Ekspor neto
à niali ekspor yang dilakukan suatu negara dalam suatu tahun tertentu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama.
9.      Ekuilibrium
à keadaan dimana kesatuan ekonomi berada pada keadaan keseimbangan.
10.  Expense
à pengeluaran uang atau prestasi yang diterima untuk menjalankan perusahaan atau untuk proses produksiyang dipergunakan dalam rangka mendapatkan hasil tersebut.


F
1.      Faktor produksi
à faktor produksi yang tersedia dalam setiap perekonomian terbatas jumlahnya dan memerlukan iaya atau pengorbanan untuk memperolehnya.
2.      Fitur penambahan kembali (reload feature)
à fitur yang memberikan opsi saham tambahan secara otomatis apabila pemegang opsi mengeksekusi opsi yang diterima sebelumnya dengan menggunakan saham entitas, dan bukannya kas, untuk memenuhi harga eksekusi.
3.      Fungsi import
à suatu garis atau kurva yang menunjukkan hubungan diantara impor dan pendapatan nasional.
4.      Fungsi konsumsi
à suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional.
5.      Fungsi pengeluaran pemerintah
à pendapatan nasional tidak memegang peranan yang penting dalam menentukan perbelanjaan pemerintah
6.      Fungsi tabungan
à suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional.

G
1.      Garis anggaran
à garis di suatu grafik yang sumbu-sumbunya menggambarkan kombinasi barang ynag bisa dibeli oleh konsumen menurut tingkat pendapatan.
2.      General expense
à biaya yang dapat digolongkan dalam operasi umum perusahaan
3.      Goodwill
à suatu aset yang mencerminkan manfaat ekonomi masa depan yang timbul dari aset lainnya yang diperoleh dalam kombinasi bisnis yang tidak dapat diidentifi kasi secara individual dan diakui secara terpisah.

H
1.      Hak beli saham
à hak yang diberikan kepada para pemegang saham untuk membeli saham baru dari perusahaan dengan harga tertentu dan dalam batas waktu tertentu.
2.      Hasil aset program (the return on plan assets)
à bunga, dividen, dan pendapatan lain yang berasal dari aset program, termasuk keuntungan atau kerugian aset program yang telah atau belum direalisasi, dikurangi biaya administrasi program (tidak termasuk biaya administrasi dalam asumsi aktuaria yang digunakan untuk mengukur kewajiban imbalan pasti) dan dikurangi pajak terutang program tersebut.
3.      Hutang dagang
à kewajiban yang timbul akibat membeli barang dagangan, peralatan, atau menerima jasa dari pihak ketiga.

I
1.      Imbalan kerja (employee benefit)
à seluruh bentuk pemberian dari entitas atas jasa yang diberikan oleh pekerja.
2.      Imbalan kerja jangka panjang lainnya (other long-term employee benefits)
à imbalan kerja (selain imbalan pascakerja dan pesangon PKK) yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasanya.
Imbalan kerja jangka pendek (short-term employee benefit) – adalah imbalan kerja (selain dari pesangon PKK) yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasa.
3.      Imbalan kerja yang telah menjadi hak (vested employee benefit)
à hak atas imbalan kerja yang tidak bergantung pada aktif atau tidaknya pekerja pada masa depan.
4.      Imbalan kontinjensi
à suatu kewajiban pihak pengakuisisi untuk mengalihkan aset atau kepentingan ekuitas tambahan kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi sebagai bagian dari pertukaran pengendalian atas pihak yang diakuisisi jika peristiwa masa depan tertentu terjadi atau kondisi tertentu terpenuhi. Namun demikian, imbalan kontinjensi dapat juga memberikan hak kepada pihak pengakuisisi untuk memperoleh kembali imbalan yang dialihkan sebelumnya jika kondisi tertentu terpenuhi.
5.      Income statement
à suatu daftar yang berisikan ringkasan dari hasil-hasil yang diterima perusahaan dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut serta pengaruhnya terhadap modal perusahaan di dalam jangka waktu pembukuan tertentu.
6.      Inflasi
à kenaikan harga-harga umum yan berlaku dalam suatu perekonomian dari suatu periode ke periode lainnya.
7.      Instrumen ekuitas
à setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.
8.      Interest bearing note
à sebuah notes yang memberikan bunga atas pembayaran untuk periode dari tanggal pengeluaran sampai dengan hari jatuh tempo
9.      Interest expense
à bunga yang wajib dibayar perusahaan
10.  Interest income
à perusahaan yang menerima bunga

J
1.      Jumlah tercatat
à jumlah yang diakui untuk suatu aset setelah dikurangi akumulasi penyusutan (amortisasi) dan akumulasi rugi penurunan nilai.
2.      Jumlah tercatat aset
à  jumlah yang diakui dalam neraca setelah dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai.
3.      Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas
à jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakainya.
4.      Jumlah tersusutkan
à biaya perolehan aset, atau jumlah lain yang merupakan pengganti biaya perolehan dalam laporan keuangan, dikurangi nilai residunya. Sementara penyusutan (Amortisasi) adalah alokasi sistematis jumlah tersusutkan suatu aset selama masa manfaatnya. (Untuk aset tidak berwujud, istilah “amortisasi” lebih umum digunakan daripada “depresiasi“. Dua istilah tersebut memiliki arti yang sama).
5.      Jurang deflasi
à jumlah kekurangan pembelanjaan agregat yang diperlukan untuk mencapai konsumsi tenaga kerja penuh.
6.      Jurang inflasi
à kelebihan dalam pengeluaran agregat diatas pengeluaran agregat pada konsumsi tenaga kerja penuh  yang menimbulkan kekurangan barang dan seterusnya kenaikan harga.
7.      Jurang PNB
à perbedaan diantara pendapatan nasional potensial denggan pendapatan nasional sebenarnya.


K
1.      Kas
à jumlah uang ang tersedia baik didalam kas perusahan mapupun uang yang di simpan didalam bank
2.      Kas kecil
à kas yang disediakan untuk membayar peneluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatf kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.
3.      Kebijakan akuntansi
à prinsip, dasar, konvensi, peraturan dan praktik tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
4.      Kebijakan moneter
à meliputi langkah-langkah pemerintah yang dilaksanakan oleh bank sentral untuk mempengaruhi penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.
 5.      Kegiatan usaha luar negeri
à suatu entitas yang merupakan entitas anak, perusahaan asosiasi, ventura bersama atau cabang dari entitas pelapor, yang aktivitasnya dilaksanakan di suatu negara atau menggunakan mata uang selain dari mata uang entitas pelapor.
6.      Ketidakpraktisan
à penerapan suatu persyaratan dianggap tidak praktis jika entitas tidak dapat menerapkannya setelah melakukan usaha yang memadai.
7.      Keuntungan dan kerugian aktuarial (actuarial gains and losses)
 à terdiri atas: (a) penyesuaian akibat perbedaan antara asumsi aktuarial dan kenyataan (experience adjustments); dan (b) dampak perubahan asumsi aktuarial.
8.      Kewajiban diestimasi
à kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti.
9.      Kewajiban hukum
à kewajiban yang timbul dari: (a) suatu kontrak (secara eksplisit atau implisit); (b) peraturan perundang-undangan; atau (c) pelaksanaan produk hukum lainnya.
10.  Kewajiban (Liability)
à kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya diperkirakan mengakibatkan pengeluaran sumber daya entitas.

L
1.      Laporan perubahan modal
à berisikan irngkasan perubahan dalam kapital dari satu kesatuan perusahaan di dalam jangka waktu tertentu.
2.      Laporan rugi/laba
à merupakan ringkasan pendapatan dan beban dari suatu kesatuan perusahaan untuk jangka waktu tertentu.
3.      Liabilities
à kewajiban perusahan kepada pihak luar yang tercermin didalam neraca dan pada umumnya digambarkan dengan kata ‘payable’ (hutang)
4.      Laporan keuangan konsolidasian
à laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.
5.      Laporan keuangan tersendiri
à laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk yang mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan pengendalian bersama entitas berdasarkan kepemilikan ekuitas langsung bukan berdasarkan pelaporan hasil dan aset neto investee.
6.      Lewat jatuh tempo
à suatu aset keuangan dinyatakan lewat jatuh tempo jika pihak lawan telah gagal untuk melakukan pembayaran ketika jatuh tempo secara kontraktual.

M
1.      Market failure
à kegagalan sistem pasar bebas untuk mencapain efisiensi alokatif yang optimal atau untuk mencapai tujuan sosial.
2.      Masalah makroekonomi
à masalah utama yang selalu dihadapi suatu negara.
3.      Mendiskontokan wesel
à meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel sebagai jaminan.
4.      Mata uang fungsional
à mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana suatu entitas beroperasi.
5.      Mata uang pelaporan
à mata uang yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.
6.      Material
à Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama, dapat memengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan.
7.      Metode ekuitas
à metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pascaperolehan dalam bagian investor atas aset neto investee. Laba atau rugi investor meliputi bagian investor atas laba atau rugi investee.

N
1.      Neraca
à suatu daftra yang berisikan harta, kewajiban dan moda dari suatu kesatuan perusahaan pada saat tertentu yang umumnya ditutup pada hari terakhir dari setiap bulan.
2.      Neraca lajur
à daftar berkolom yang berisi data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian dan laporan-laporan keuangan.
3.      Non interest bearing notrs
à sebuah notes yang tidak memperhitungkan bunga
4.      Nilai intrinsik
à selisih antara nilai wajar saham, dengan mana pihak lawan transaksi memiliki hak (dengan persyaratan atau tanpa persyaratan) untuk memesan atau menerima, dengan harga (jika ada) yang mana pihak lawan transaksi disyaratkan (atau akan disyaratkan) untuk membayar saham tersebut.
5.      Nilai kini kewajiban imbalan pasti (the present value of defined benefit obligation)
à  nilai kini dari pembayaran masa depan yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban atas jasa pekerja periode berjalan dan periode-periode lalu. Nilai kini dalam perhitungan tersebut tidak dikurangi dengan aset program.
6.      Nilai pakai
à nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima atau unit penghasil kas.
7.      Nilai residu aset tidak berwujud
à nilai estimasian yang dapat diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset pada akhir masa manfaatnya, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan aset, jika aset telah mencapai usia dan kondisi yang diharapkan seperti saat akhir masa manfaatnya.
8.      Nilai spesifik entitas
à nilai kini dari arus kas entitas yang diharapkan timbul dari penggunaan aset secara berkelanjutan dan dari pelepasan aset tersebut pada akhir masa manfaatnya atau yang diharapkan muncul saat menyelesaikan kewajiban.
 9.      Nilai tukar
à rasio pertukaran untuk dua mata uang.
10.  Nilai tukar spot
à nilai tukar untuk pengiriman segera

O
1.      Other expense
à biaya yang tidak langsung dikaitkan dengan kegiatan perusahaan
2.      Other income
à hasil-hasil yang diperoleh diluar kegiatan utama perusahaan
3.      Obligasi
à surat pinajam yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membiayai defisit dalam pengeluarannya.
4.      Operasi yang dihentikan
à komponen entitas yang telah dilepaskan atau diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual dan: (a) mencerminkan lini usaha atau area geografis operasi utama; (b) bagian dari rencana tunggal untuk melepaskan lini usaha atau area geografi s operasi utama; atau (c) anak perusahaan yang diperoleh secara khusus dengan tujuan dijual kembali.
5.      Opsi penambahan kembali (reload option)
à opsi saham baru yang diberikan apabila saham digunakan untuk memenuhi harga eksekusi opsi saham terdahulu.
6.      Opsi saham
àkontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya, tetapi tidak kewajiban (obligation), untuk membeli saham entitas pada suatu harga tertentu atau yang dapat ditentukan selama periode waktu tertentu

P
1.      Pendapatan usaha
à kelebihan jumlah gross profit on sales dari total biaya operasi
2.      Persediaan barang
à terdiri dari beberapa jenis barang yang dibeli oleh perusahaan untuk dijual kembali.
3.      Piutang dagang
à suatu tagihan terhadap perusahaan atau orang-orang tertentu yang timbul akibat pebjualan-penjualan barang dagangan dengan kredit atau tagihan yang disebabkan perusahan telah memberikan jasa tertentu.
4.      Piutang pendapatan
à pendapatan yang sudah diperoleh tetapi masih belum diterima dan belum dicatat dalam rekening-rekening.
5.      Potongan dagang
à suatu pengurangan dari daftar harga barang-barang yang dijual.
6.      Produk selesai
à barang-barang yang sudah selesai dikerjakan dalam proses produksi dan menunggu saat penjualannya.
7.      Promes bayar
à merupakan surat janji yang diberikan oleh perusahaan, pertanda adanya kesanggupan perusahaan untuk melunasi hutan pada waktu yang ditentukan di dalam surat tersebut.
8.      Pasar aktif
à  pasar yang memenuhi semua kondisikondisi berikut: (a) aset yang diperdagangkan di pasar bersifat homogen; (b) pembeli dan penjual yang berkeinginan untuk bertransaksi biasanya dapat ditemui setiap saat; dan (c) harga tersedia untuk publik.
9.      Pemerintah
à merujuk kepada pemerintahan, instansi pemerintah dan badan yang serupa baik lokal, nasional maupun internasional.
10.  Pemilik
à pemegang instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas

R
1.      Revenue
à Penambahan kotor capital sebagai akibat dari kegiatan perusahaan.
2.      Restrukturisasi
à program yang direncanakan dan dikendalikan oleh manajemen dan secara material mengubah: (a) lingkup kegiatan usaha suatu entitas; atau (b) cara mengelola usaha tersebut.
3.      Riset
à penelitian orisinal dan terencana yang dilaksanakan dengan harapan memperoleh pembaruan pengetahuan dan pemahaman teknis atas ilmu yang baru. Rugi penurunan nilai adalah suatu jumlah yang merupakan selisih lebih jumlah tercatat suatu aset atas jumlah terpulihkannya.
4.      Risiko harga lainnya
à risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar (selain risiko yang timbul dari risiko mata uang asing atau risiko suku bunga), apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor spesifik pada instrument keuangan individual atau penerbitnya, atau faktor-faktor yang mempengaruhi semua instrumen keuangan serupa yang diperdagangkan di pasar.
5.      Risiko kredit
à risiko dimana suatu pihak atas instrument keuangan akan menyebabkan kerugian keuangan terhadap pihak lain diakibatkan kegagalannya dalam melaksanakan suatu kewajiban.
6.      Risiko likuiditas
à risiko dimana suatu entitas menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban terkait dengan kewajiban keuangannya.
7.      Risiko mata uang asing
à risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan kurs valuta asing.
8.      Risiko pasar
à risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Risiko pasar meliputi tiga jenis, yaitu: risiko mata uang asing, risiko suku bunga dan risiko harga lainnya.
9.      Risiko suku bunga
à risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan tingkat bunga pasar.
10.   Rugi penurunan nilai
à suatu jumlah yang merupakan selisih lebih nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas atas jumlah terpulihkannya.

S
1.      Selling expense
à biaya yang berkaitan langsung dengan kegiatan penjualan barang
2.      Sistem akuntansi
à lapangan khusus yang berhubungan dengan penciptaan prosedur akuntansi dan peralatan serta menentukan langkah-langkah untuk mengumpulkan dan melaporkan mengenai data keuangan.
3.      Supplies pabrik
à barang-barang yang mempunyai fungsi melancarkan proses produksi
4.      Surat berharga
à pemilikan surat-surat berharga yang bersifat sementara, sehingga setiap saat dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
5.      Selisih kurs
à selisih yang dihasilkan dari penjabaran sejumlah tertentu satu mata uang ke dalam mata uang lainnya pada nilai tukar yang berbeda.
6.      Setara kas (cash equivalent)
à investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifi kan.
7.      Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
à Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) dan produk standar lain yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI).