Rabu, 13 November 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (Istilah-istilah Akuntansi-Ekonomi)

Nama : Rode Nova Dewanty
NPM : 26211428
Kelas : 3EB18




A
1.      Account liabilities
à biaya-biaya yang harus dibayar dikarenakan prestasinya sudah diterima.
2.      Akuntansi
à proses pencacatan, pengklasifikasian dan menyimpulkan data yang berhubungan dengan transaksi perusahaan dan kejadian lainnya.
3.      Akuntansi biaya 
à bidang yang menekankan akuntansi untuk menghitung biaya terutama biaya-biaya produksi dan proses pembuatannya dari pada akuntansi untuk perusahaan.
4.      Akuntansi kemasyarakatan
à pengukuran biaya hidup dari keuntungan yang dapat dipertimbangkan dari saat sekarang
5.      Akuntansi manajemen
à petugas yan  menganalisis mengenai sejarah dan menaksir data yang berkaitan dengan management secara kontinue, bekerja nerencakan operasi perusahaan untuk waktu mendatang.
6.      Akuntansi pemerintahan
à memberikan informasi akuntansi yang berguna dipandang dari aspek perusahaan dari public administration
7.      Akuntansi perpajakan
à bertalian denan masalah mempersiapkan pengembalian pajak dan pertimbangan pertanggung jawab pajak serta mengumpulkan transaksi perusahaan atau mencari alternatif pelaksanaan yang terbaik.
8.      Aliran pendapatan dan pengeluaran
à campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan 3 jenis aliran baru dalam sirkulasi pendapatan.
9.      Angkatan kerja
à jumlah tenaga kerj yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu.
10.  Apresiasi
à naiknya mata uang dalam negeri terhadap valuta asing di pasar valuta asing

B
1.      Bahan baku
à barang-barang yang akan menjadi bagian dari produk jadi yang dengan mudah dapat diikuti biayanya.
2.      Bank
à badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.
3.      Bank sentral
à suatu lembaga keuangan yang pada umumnya dimiliki pemerintah yang diserahi tanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi kestabilan kegiatan lembaga-lembaga keuangan.
4.      Bank tabungan
à bank ini melakukan kegiatan hampir seperti perusahaan peminjaman. Ia menerima simpanan dalam bentuk tabungan atau simpanan berjangka panjang dan kemudian meminjamkan atau menginvestasikan uang tersebut.
5.      Bank umum
à bank yang bukan saja dapat menginvestasikan atau meminjamkan berbagai jenis tabungan yang diperolehnya, tetapi juga dapat memberikan pinjaman dan menciptakan sendiri uang giral.
6.      Barang dalam proses
à barang-barang yang sedang dikerjakan tetapi pada tanggal neraca barang-barang tadi belum selesai dikerjakan.
7.      Biaya depresiasi
à alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dibebankan pada suatu periode tertentu.
8.      Budgetary accounting
à suatu bidang ilmu yang menguraikan bagaimana cara membuat rencana kegiatan-kegiatan financial
9.      Bunga
à pendapatan yang dibayarkan kepada mereka yang meminjamkan uang.
10.  Bursa efek
à tempat untuk memperjual-belikan efek-efek atau surat berharga atau tempat bertemunya pihak yang menawarkan dan pihak yang memerlukan dana jangka panjang.

C
1.      Cadangan bank
à bagian atas simpana  masyarakat di bank yang harus di simpan di bank sentral tanpa menerima bunga.
2.      Cadangan rasional
à menyelesaikan kesulitan likuiditas luar negeri atau neraca pembayaran luar negeri.
3.      Cadangan valuta asing
à simpanan mata uang asing yang dimiliki bank sentral yang diperoleh dari kelebihan dalam neraca keseluruhan.
4.      Capital
à nilai lebih dari harta perusahaan yang merupakan hak milik, setelah jumlah hutang-hutang dikurangkan.
5.      Capital output ratio
à rasio stock modal total dibanding GNP tahunan
6.      Capitalism
à sebagai sitem perekonomian dimana sebagian besar barang (tanah dan modal) menjadi milik pribadi.
7.      Consumen price index
à untuk mengukur tingkat inflasi, indeks harga dari barang-barang yang selalu digunakan.
8.      Consumer surplus
à selisih antara jumlah yang persediaannya akan dibayar oleh konsumen untuk sebuah komoditi dengan jumlah yang sebenarnya dibayarkan.
9.      Consumption
à jumlah seluruh pengeluaran perorangan atau negara untuk barang-barang konsumsi selama suatu periode tertentu.
10.  Current liabilities
à hutang jangka pendek yang harus di lunasi dalam waktu satu tahun atau kurang.

D
1.      Dana likuid
à harta keuangan yang bebas resiko dan langsung dapat dikonversi menjadi uang.
2.      Dana uang
à instrument keuangan jangka panjang yang amat likuid yang dimiliki oleh investor dimana suku bunganya tidak diatur.
3.      Deposito berjangka
à dana yang di simpan di bank dan hanya dapat ditarik kembali setelah suatu jangka waktu tertentu.
4.      Depresi
à periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi, tingkat output dan investasi yang rendah, penuruan harga dan kegagalan usaha secara luas.
5.      Depresiasi mata uang
à mata uang sebuah negara dikatakan di depresiasi apabila nilainya nenurun dibandingkan dengan mata uang lainnya.
6.      Devaluasi
à penurunan nilai resmi mata uang suatu negara dibanding mata uang lainnya atau dibanding emas.
7.      Deviden
à pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham.
8.      Deviden saham
à penerimaan deviden dalam bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham tersebut.
9.      Deviden yang berbentuk aktiva
à deviden yang dibagikan kadang-kadang tidak berbentuk uang tunai, tetapi berupa aktiva seperti saham perusahaan lain atau barang-barang hasil produksi perusahaan yang membagi deviden tersebut.
10.  Dishonored notes
à sebuah wesel yang telah jatuh tempo tetapi ditolak pembayarannya oleh si pembuat wesel.

E
1.      Economic development
à usaha untuk mengubah suatu perekonomian yang kurang maju, sangat tradisional dan berpendapatan rendah menjadi suatu perekonomian yang modern, yang mencapai taraf kemakmuran yang tinggi.
2.      Economic growth
à tingkat kenaikan PDB atau PNB riil pada suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
3.      Efisiensi
à penggunaaan sumber daya ekonomi yang menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yang mungkin pada tingkat tertentu.
4.      Efisiensi alokatif
à suatu situasi perekonomian dimana tidak ada lagi usaha perdagangan yang dapat memakmurkan 1 individu tertentu tanpa mengurangi kepuasan individu lain.
5.      Efisiensi investasi marjinal
à suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara tingkat pengembalian modal dan jumlah modal yang akan di investasikan.
6.      Ekonomi subsisten
à dimana kegiatan perdagangan sangat terbatas dan pada umumnya dilakukan secara barter.
7.      Ekspor
à kegiatan menjual atau menyalurkan suatu produk atau barang ke negara lain dengan tujuan untuk menambah devisa negara.
8.      Ekspor neto
à niali ekspor yang dilakukan suatu negara dalam suatu tahun tertentu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama.
9.      Ekuilibrium
à keadaan dimana kesatuan ekonomi berada pada keadaan keseimbangan.
10.  Expense
à pengeluaran uang atau prestasi yang diterima untuk menjalankan perusahaan atau untuk proses produksiyang dipergunakan dalam rangka mendapatkan hasil tersebut.


F
1.      Faktor produksi
à faktor produksi yang tersedia dalam setiap perekonomian terbatas jumlahnya dan memerlukan iaya atau pengorbanan untuk memperolehnya.
2.      Fitur penambahan kembali (reload feature)
à fitur yang memberikan opsi saham tambahan secara otomatis apabila pemegang opsi mengeksekusi opsi yang diterima sebelumnya dengan menggunakan saham entitas, dan bukannya kas, untuk memenuhi harga eksekusi.
3.      Fungsi import
à suatu garis atau kurva yang menunjukkan hubungan diantara impor dan pendapatan nasional.
4.      Fungsi konsumsi
à suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional.
5.      Fungsi pengeluaran pemerintah
à pendapatan nasional tidak memegang peranan yang penting dalam menentukan perbelanjaan pemerintah
6.      Fungsi tabungan
à suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional.

G
1.      Garis anggaran
à garis di suatu grafik yang sumbu-sumbunya menggambarkan kombinasi barang ynag bisa dibeli oleh konsumen menurut tingkat pendapatan.
2.      General expense
à biaya yang dapat digolongkan dalam operasi umum perusahaan
3.      Goodwill
à suatu aset yang mencerminkan manfaat ekonomi masa depan yang timbul dari aset lainnya yang diperoleh dalam kombinasi bisnis yang tidak dapat diidentifi kasi secara individual dan diakui secara terpisah.

H
1.      Hak beli saham
à hak yang diberikan kepada para pemegang saham untuk membeli saham baru dari perusahaan dengan harga tertentu dan dalam batas waktu tertentu.
2.      Hasil aset program (the return on plan assets)
à bunga, dividen, dan pendapatan lain yang berasal dari aset program, termasuk keuntungan atau kerugian aset program yang telah atau belum direalisasi, dikurangi biaya administrasi program (tidak termasuk biaya administrasi dalam asumsi aktuaria yang digunakan untuk mengukur kewajiban imbalan pasti) dan dikurangi pajak terutang program tersebut.
3.      Hutang dagang
à kewajiban yang timbul akibat membeli barang dagangan, peralatan, atau menerima jasa dari pihak ketiga.

I
1.      Imbalan kerja (employee benefit)
à seluruh bentuk pemberian dari entitas atas jasa yang diberikan oleh pekerja.
2.      Imbalan kerja jangka panjang lainnya (other long-term employee benefits)
à imbalan kerja (selain imbalan pascakerja dan pesangon PKK) yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasanya.
Imbalan kerja jangka pendek (short-term employee benefit) – adalah imbalan kerja (selain dari pesangon PKK) yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasa.
3.      Imbalan kerja yang telah menjadi hak (vested employee benefit)
à hak atas imbalan kerja yang tidak bergantung pada aktif atau tidaknya pekerja pada masa depan.
4.      Imbalan kontinjensi
à suatu kewajiban pihak pengakuisisi untuk mengalihkan aset atau kepentingan ekuitas tambahan kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi sebagai bagian dari pertukaran pengendalian atas pihak yang diakuisisi jika peristiwa masa depan tertentu terjadi atau kondisi tertentu terpenuhi. Namun demikian, imbalan kontinjensi dapat juga memberikan hak kepada pihak pengakuisisi untuk memperoleh kembali imbalan yang dialihkan sebelumnya jika kondisi tertentu terpenuhi.
5.      Income statement
à suatu daftar yang berisikan ringkasan dari hasil-hasil yang diterima perusahaan dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tersebut serta pengaruhnya terhadap modal perusahaan di dalam jangka waktu pembukuan tertentu.
6.      Inflasi
à kenaikan harga-harga umum yan berlaku dalam suatu perekonomian dari suatu periode ke periode lainnya.
7.      Instrumen ekuitas
à setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.
8.      Interest bearing note
à sebuah notes yang memberikan bunga atas pembayaran untuk periode dari tanggal pengeluaran sampai dengan hari jatuh tempo
9.      Interest expense
à bunga yang wajib dibayar perusahaan
10.  Interest income
à perusahaan yang menerima bunga

J
1.      Jumlah tercatat
à jumlah yang diakui untuk suatu aset setelah dikurangi akumulasi penyusutan (amortisasi) dan akumulasi rugi penurunan nilai.
2.      Jumlah tercatat aset
à  jumlah yang diakui dalam neraca setelah dikurangi dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai.
3.      Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas
à jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakainya.
4.      Jumlah tersusutkan
à biaya perolehan aset, atau jumlah lain yang merupakan pengganti biaya perolehan dalam laporan keuangan, dikurangi nilai residunya. Sementara penyusutan (Amortisasi) adalah alokasi sistematis jumlah tersusutkan suatu aset selama masa manfaatnya. (Untuk aset tidak berwujud, istilah “amortisasi” lebih umum digunakan daripada “depresiasi“. Dua istilah tersebut memiliki arti yang sama).
5.      Jurang deflasi
à jumlah kekurangan pembelanjaan agregat yang diperlukan untuk mencapai konsumsi tenaga kerja penuh.
6.      Jurang inflasi
à kelebihan dalam pengeluaran agregat diatas pengeluaran agregat pada konsumsi tenaga kerja penuh  yang menimbulkan kekurangan barang dan seterusnya kenaikan harga.
7.      Jurang PNB
à perbedaan diantara pendapatan nasional potensial denggan pendapatan nasional sebenarnya.


K
1.      Kas
à jumlah uang ang tersedia baik didalam kas perusahan mapupun uang yang di simpan didalam bank
2.      Kas kecil
à kas yang disediakan untuk membayar peneluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatf kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.
3.      Kebijakan akuntansi
à prinsip, dasar, konvensi, peraturan dan praktik tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
4.      Kebijakan moneter
à meliputi langkah-langkah pemerintah yang dilaksanakan oleh bank sentral untuk mempengaruhi penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.
 5.      Kegiatan usaha luar negeri
à suatu entitas yang merupakan entitas anak, perusahaan asosiasi, ventura bersama atau cabang dari entitas pelapor, yang aktivitasnya dilaksanakan di suatu negara atau menggunakan mata uang selain dari mata uang entitas pelapor.
6.      Ketidakpraktisan
à penerapan suatu persyaratan dianggap tidak praktis jika entitas tidak dapat menerapkannya setelah melakukan usaha yang memadai.
7.      Keuntungan dan kerugian aktuarial (actuarial gains and losses)
 à terdiri atas: (a) penyesuaian akibat perbedaan antara asumsi aktuarial dan kenyataan (experience adjustments); dan (b) dampak perubahan asumsi aktuarial.
8.      Kewajiban diestimasi
à kewajiban yang waktu dan jumlahnya belum pasti.
9.      Kewajiban hukum
à kewajiban yang timbul dari: (a) suatu kontrak (secara eksplisit atau implisit); (b) peraturan perundang-undangan; atau (c) pelaksanaan produk hukum lainnya.
10.  Kewajiban (Liability)
à kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya diperkirakan mengakibatkan pengeluaran sumber daya entitas.

L
1.      Laporan perubahan modal
à berisikan irngkasan perubahan dalam kapital dari satu kesatuan perusahaan di dalam jangka waktu tertentu.
2.      Laporan rugi/laba
à merupakan ringkasan pendapatan dan beban dari suatu kesatuan perusahaan untuk jangka waktu tertentu.
3.      Liabilities
à kewajiban perusahan kepada pihak luar yang tercermin didalam neraca dan pada umumnya digambarkan dengan kata ‘payable’ (hutang)
4.      Laporan keuangan konsolidasian
à laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.
5.      Laporan keuangan tersendiri
à laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk yang mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan pengendalian bersama entitas berdasarkan kepemilikan ekuitas langsung bukan berdasarkan pelaporan hasil dan aset neto investee.
6.      Lewat jatuh tempo
à suatu aset keuangan dinyatakan lewat jatuh tempo jika pihak lawan telah gagal untuk melakukan pembayaran ketika jatuh tempo secara kontraktual.

M
1.      Market failure
à kegagalan sistem pasar bebas untuk mencapain efisiensi alokatif yang optimal atau untuk mencapai tujuan sosial.
2.      Masalah makroekonomi
à masalah utama yang selalu dihadapi suatu negara.
3.      Mendiskontokan wesel
à meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel sebagai jaminan.
4.      Mata uang fungsional
à mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana suatu entitas beroperasi.
5.      Mata uang pelaporan
à mata uang yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan.
6.      Material
à Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama, dapat memengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan.
7.      Metode ekuitas
à metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pascaperolehan dalam bagian investor atas aset neto investee. Laba atau rugi investor meliputi bagian investor atas laba atau rugi investee.

N
1.      Neraca
à suatu daftra yang berisikan harta, kewajiban dan moda dari suatu kesatuan perusahaan pada saat tertentu yang umumnya ditutup pada hari terakhir dari setiap bulan.
2.      Neraca lajur
à daftar berkolom yang berisi data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian dan laporan-laporan keuangan.
3.      Non interest bearing notrs
à sebuah notes yang tidak memperhitungkan bunga
4.      Nilai intrinsik
à selisih antara nilai wajar saham, dengan mana pihak lawan transaksi memiliki hak (dengan persyaratan atau tanpa persyaratan) untuk memesan atau menerima, dengan harga (jika ada) yang mana pihak lawan transaksi disyaratkan (atau akan disyaratkan) untuk membayar saham tersebut.
5.      Nilai kini kewajiban imbalan pasti (the present value of defined benefit obligation)
à  nilai kini dari pembayaran masa depan yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban atas jasa pekerja periode berjalan dan periode-periode lalu. Nilai kini dalam perhitungan tersebut tidak dikurangi dengan aset program.
6.      Nilai pakai
à nilai sekarang dari taksiran arus kas yang diharapkan akan diterima atau unit penghasil kas.
7.      Nilai residu aset tidak berwujud
à nilai estimasian yang dapat diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset pada akhir masa manfaatnya, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan aset, jika aset telah mencapai usia dan kondisi yang diharapkan seperti saat akhir masa manfaatnya.
8.      Nilai spesifik entitas
à nilai kini dari arus kas entitas yang diharapkan timbul dari penggunaan aset secara berkelanjutan dan dari pelepasan aset tersebut pada akhir masa manfaatnya atau yang diharapkan muncul saat menyelesaikan kewajiban.
 9.      Nilai tukar
à rasio pertukaran untuk dua mata uang.
10.  Nilai tukar spot
à nilai tukar untuk pengiriman segera

O
1.      Other expense
à biaya yang tidak langsung dikaitkan dengan kegiatan perusahaan
2.      Other income
à hasil-hasil yang diperoleh diluar kegiatan utama perusahaan
3.      Obligasi
à surat pinajam yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membiayai defisit dalam pengeluarannya.
4.      Operasi yang dihentikan
à komponen entitas yang telah dilepaskan atau diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual dan: (a) mencerminkan lini usaha atau area geografis operasi utama; (b) bagian dari rencana tunggal untuk melepaskan lini usaha atau area geografi s operasi utama; atau (c) anak perusahaan yang diperoleh secara khusus dengan tujuan dijual kembali.
5.      Opsi penambahan kembali (reload option)
à opsi saham baru yang diberikan apabila saham digunakan untuk memenuhi harga eksekusi opsi saham terdahulu.
6.      Opsi saham
àkontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya, tetapi tidak kewajiban (obligation), untuk membeli saham entitas pada suatu harga tertentu atau yang dapat ditentukan selama periode waktu tertentu

P
1.      Pendapatan usaha
à kelebihan jumlah gross profit on sales dari total biaya operasi
2.      Persediaan barang
à terdiri dari beberapa jenis barang yang dibeli oleh perusahaan untuk dijual kembali.
3.      Piutang dagang
à suatu tagihan terhadap perusahaan atau orang-orang tertentu yang timbul akibat pebjualan-penjualan barang dagangan dengan kredit atau tagihan yang disebabkan perusahan telah memberikan jasa tertentu.
4.      Piutang pendapatan
à pendapatan yang sudah diperoleh tetapi masih belum diterima dan belum dicatat dalam rekening-rekening.
5.      Potongan dagang
à suatu pengurangan dari daftar harga barang-barang yang dijual.
6.      Produk selesai
à barang-barang yang sudah selesai dikerjakan dalam proses produksi dan menunggu saat penjualannya.
7.      Promes bayar
à merupakan surat janji yang diberikan oleh perusahaan, pertanda adanya kesanggupan perusahaan untuk melunasi hutan pada waktu yang ditentukan di dalam surat tersebut.
8.      Pasar aktif
à  pasar yang memenuhi semua kondisikondisi berikut: (a) aset yang diperdagangkan di pasar bersifat homogen; (b) pembeli dan penjual yang berkeinginan untuk bertransaksi biasanya dapat ditemui setiap saat; dan (c) harga tersedia untuk publik.
9.      Pemerintah
à merujuk kepada pemerintahan, instansi pemerintah dan badan yang serupa baik lokal, nasional maupun internasional.
10.  Pemilik
à pemegang instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas

R
1.      Revenue
à Penambahan kotor capital sebagai akibat dari kegiatan perusahaan.
2.      Restrukturisasi
à program yang direncanakan dan dikendalikan oleh manajemen dan secara material mengubah: (a) lingkup kegiatan usaha suatu entitas; atau (b) cara mengelola usaha tersebut.
3.      Riset
à penelitian orisinal dan terencana yang dilaksanakan dengan harapan memperoleh pembaruan pengetahuan dan pemahaman teknis atas ilmu yang baru. Rugi penurunan nilai adalah suatu jumlah yang merupakan selisih lebih jumlah tercatat suatu aset atas jumlah terpulihkannya.
4.      Risiko harga lainnya
à risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar (selain risiko yang timbul dari risiko mata uang asing atau risiko suku bunga), apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor spesifik pada instrument keuangan individual atau penerbitnya, atau faktor-faktor yang mempengaruhi semua instrumen keuangan serupa yang diperdagangkan di pasar.
5.      Risiko kredit
à risiko dimana suatu pihak atas instrument keuangan akan menyebabkan kerugian keuangan terhadap pihak lain diakibatkan kegagalannya dalam melaksanakan suatu kewajiban.
6.      Risiko likuiditas
à risiko dimana suatu entitas menghadapi kesulitan dalam memenuhi kewajiban terkait dengan kewajiban keuangannya.
7.      Risiko mata uang asing
à risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan kurs valuta asing.
8.      Risiko pasar
à risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Risiko pasar meliputi tiga jenis, yaitu: risiko mata uang asing, risiko suku bunga dan risiko harga lainnya.
9.      Risiko suku bunga
à risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan tingkat bunga pasar.
10.   Rugi penurunan nilai
à suatu jumlah yang merupakan selisih lebih nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas atas jumlah terpulihkannya.

S
1.      Selling expense
à biaya yang berkaitan langsung dengan kegiatan penjualan barang
2.      Sistem akuntansi
à lapangan khusus yang berhubungan dengan penciptaan prosedur akuntansi dan peralatan serta menentukan langkah-langkah untuk mengumpulkan dan melaporkan mengenai data keuangan.
3.      Supplies pabrik
à barang-barang yang mempunyai fungsi melancarkan proses produksi
4.      Surat berharga
à pemilikan surat-surat berharga yang bersifat sementara, sehingga setiap saat dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
5.      Selisih kurs
à selisih yang dihasilkan dari penjabaran sejumlah tertentu satu mata uang ke dalam mata uang lainnya pada nilai tukar yang berbeda.
6.      Setara kas (cash equivalent)
à investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifi kan.
7.      Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
à Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) dan produk standar lain yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI).